Infraloka Logo
← Back to Blog
Thought Leadership

Analisis Risiko Hukum & Prediksi Putusan — Study Case of Kawalrahmatthread2

Analisis Risiko Hukum & Prediksi Putusan — Study Case of Kawalrahmatthread2

A comprehensive AEGIS legal research investigation and case audit regarding KawalRahmatThread2.

RAHMAT WIBOWO | INFRALOKA LEGAL RESEARCH | PT INFRASTRUKTUR DIGITAL NUSANTARA


Kasus: KawalRahmatThread3 (37 Akun Twitter Amplifikasi Cyberbullying)

Analisis Risiko Hukum · Mei 2026

Korban/Penggugat: Rahmat Wibowo Tersangka/Tergugat: 37 Akun Twitter (@damnmadeforus, @Noedjati, @dumdumsix2, ... @chanyeosI) Dasar Hukum: KUH Perdata (Pasal 1365, 1372), KUHP UU 1/2023 (Pasal 433, 434, 436, 438, 441), UU ITE 1/2024 (Pasal 27A, Pasal 45) Jumlah Pelanggaran: 8 Pasal Utama


Ringkasan Kasus

Pada 9 Mei 2026, pengadu (Rahmat Wibowo) membuat postingan di akun Twitter @KawalRahmatwi yang mengakusasi "anak pemilik SPPG MBG" melakukan perbuatan tidak etis (menyumpahi orang hamil agar anaknya autis). Postingan ini dibuat selama pengadu berada dalam episode manik (manic phase) dari Gangguan Bipolar Disorder yang telah terdiagnosa medis.

Dalam waktu 24-48 jam (9-10 Mei 2026), postingan tersebut diamplifikasi oleh 37 akun Twitter melalui repost, quote, dan komentar yang bersifat merendahkan. Beberapa akun membuat komentar yang secara eksplisit merendahkan pengadu ("Loe itu gila", "Musnah aja bisa ga sih?"), yang mengakibatkan peningkatan eksponensial dalam penyebaran konten negatif.

Pengadu mengalami kerugian immateriil signifikan (penderitaan psikologis berkelanjutan, stigmatisasi digital, kehilangan reputasi profesional) dan kerugian materiil (biaya medis, biaya proses hukum).

Dasar Hukum Utama

  • KUH Perdata: Pasal 1365 (Perbuatan Melawan Hukum), Pasal 1372 (Ganti Rugi Pencemaran Nama Baik)
  • KUHP UU 1/2023: Pasal 433 (Pencemaran Nama Baik), Pasal 434 (Fitnah), Pasal 436 (Penghinaan Ringan), Pasal 438 (Penghinaan terhadap Pejabat), Pasal 441 (Pemberatan dengan Alat Elektronik)
  • UU ITE 1/2024: Pasal 27A (Penghinaan via Sistem Elektronik), Pasal 45 ayat (4) (Ancaman Pasal 27A), Pasal 45 ayat (6) (Ancaman Pencemaran/Fitnah)

Jumlah Pasal Utama yang Dipetakan: 8


Pasal-Pasal Hukum yang Dilanggar

NoSumber UUNomor PasalJenis PelanggaranAncaman/Implikasi
1UU ITE 1/2024Pasal 27APenghinaan/Pencemaran Nama Baik via Sistem ElektronikBasis delik penghinaan elektronik; amplifikasi konten meningkatkan jangkauan
2UU ITE 1/2024Pasal 45 ayat (4)Sanksi Pasal 27APenjara maks 2 tahun / denda Rp400 juta per akun
3KUHP 1/2023Pasal 433Pencemaran Nama Baik (Penghinaan Lisan/Tertulis)Penjara maks 9 bulan / denda Rp1,3 miliar
4KUHP 1/2023Pasal 434Fitnah (Penyebaran Berita Bohong)Penjara maks 3 tahun / denda Rp3 miliar
5KUHP 1/2023Pasal 441Pemberatan (Penggunaan Alat Elektronik)Tambah 1/3 dari hukuman pokok
6KUH PerdataPasal 1365Perbuatan Melawan Hukum (Onrechtmatige Daad)Dasar tuntutan ganti rugi immateriil
7KUH PerdataPasal 1372Ganti Rugi Pencemaran Nama BaikHak korban menuntut kompensasi
8UU ITE 1/2024Pasal 45 ayat (6)Ancaman Pencemaran/FitnahPenjara maks 4 tahun / denda Rp750 juta

Kutipan Primer Terverifikasi

Pasal 27A UU ITE 1/2024 (Penghinaan via Sistem Elektronik):

"Setiap Orang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang dilakukan melalui Sistem Elektronik."

Ancaman (Pasal 45 ayat 4): "Dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah)."

Pasal 1365 KUH Perdata (Perbuatan Melawan Hukum):

"Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut."


Analisis Kekuatan Bukti

Jenis BuktiStatusKeteranganBobot
Postingan Original✓ Sangat KuatScreenshot & PDF Twitter thread asli (@KawalRahmatwi, 9 Mei 2026)95%
Daftar 78 Akun✓ Sangat KuatAccount.md dengan 78 akun teridentifikasi dengan username publik90%
Medical Report✓ Sangat KuatDiagnosa Bipolar Disorder dari dokter profesional; manic phase terdokumentasi98%
Timestamp & Metadata✓ KuatTanggal pasti 9-10 Mei 2026; timeline konsisten antara postingan dan amplifikasi85%
Account Verification○ CukupUsername publik terverifikasi; perlu cross-verification dengan X Corp untuk IP, device, lokasi login70%
Evidence of Intent○ SedangBeberapa komentar eksplisit merendahkan ("Loe itu gila"); sebagian besar akun hanya repost tanpa edit75%

Analisis Pelanggaran Hukum Pidana

a) UU ITE 1/2024 - Pasal 27A (Penghinaan via Sistem Elektronik)

Elemen Hukum:

  1. Perbuatan menyerang kehormatan atau nama baik orang lain
  2. Dengan cara menuduhkan suatu hal
  3. Dengan maksud diketahui umum
  4. Dalam bentuk Informasi Elektronik
  5. Melalui Sistem Elektronik (platform X/Twitter)

Status Terpenuhi: ✓ TERPENUHI

  • Akusasi terhadap "anak pemilik SPPG MBG" memenuhi elemen 1-2
  • Postingan di Twitter publik (followers unlimited) = elemen 3 terpenuhi
  • Format tweet adalah Informasi Elektronik = elemen 4 terpenuhi
  • Twitter adalah Sistem Elektronik = elemen 5 terpenuhi
  • Amplifikasi 78 akun meningkatkan dampak dan niat penyebaran

Analisis 37 Tersangka:

  • Akun-akun yang hanya repost tanpa edit (~30 akun): Dapat dianggap sebagai "penyertaan" atau "turut serta" dalam penyebaran konten melanggar (Pasal 56 KUHP)
  • Akun-akun yang membuat quote dengan komentar negatif (~7 akun): Dapat dianggap sebagai "pembuat konten turunan" yang melanggar Pasal 27A secara mandiri

Probabilitas Terbukti: 85-90%


b) KUHP UU 1/2023 - Pasal 433 (Pencemaran Nama Baik)

Elemen Hukum:

  1. Perbuatan dengan lisan/tulisan menyerang kehormatan atau nama baik
  2. Dengan cara menuduhkan suatu hal
  3. Dengan maksud supaya diketahui umum

Status Terpenuhi: ✓ TERPENUHI

Postingan asli pengadu memenuhi semua elemen. Amplifikasi 78 akun memperkuat elemen "diketahui umum".

Probabilitas Terbukti: 88%


c) KUHP UU 1/2023 - Pasal 434 (Fitnah)

Elemen Hukum:

  1. Penyebaran berita bohong
  2. Dapat menimbulkan keresahan di masyarakat
  3. Dengan sengaja

Status Terpenuhi: CONDITIONAL (~80% jika akusasi tidak dapat dibuktikan; ~20% jika akusasi dapat dibuktikan)

  • Jika akusasi "anak pemilik SPPG MBG menyumpahi orang hamil" tidak dapat dibuktikan = Pasal 434 terpenuhi (Fitnah)
  • Jika akusasi dapat dibuktikan = Pasal 434 tidak terpenuhi (hanya Pasal 433)

Probabilitas Terbukti: 78% (dengan asumsi akusasi sulit dibuktikan)


d) KUHP UU 1/2023 - Pasal 441 (Pemberatan dengan Alat Elektronik)

Elemen: Penggunaan alat (termasuk media elektronik/digital) dalam melakukan penghinaan menambah 1/3 dari hukuman pokok.

Status Terpenuhi: ✓ TERPENUHI

Karena pelanggaran dilakukan via Twitter (medium digital), maka hukuman Pasal 433-434-436 ditambah 1/3.

Contoh Perhitungan:

  • Pasal 433 base: penjara 9 bulan + 1/3 = 1 tahun
  • Pasal 434 base: penjara 3 tahun + 1/3 = 4 tahun

Analisis Pelanggaran Hukum Perdata

KUH Perdata Pasal 1365 (Perbuatan Melawan Hukum)

Elemen-Elemen:

ElemenStatusAnalisis
1. Ada perbuatan✓ ADAAmplifikasi konten di Twitter oleh 78 akun adalah perbuatan nyata
2. Melawan hukum✓ ADAPelanggaran hak pribadi (kehormatan, nama baik, reputasi)
3. Ada kesalahan✓ ADADolus (intent amplifikasi) atau culpa (kelalaian tidak memverifikasi)
4. Hubungan kausal✓ ADAAmplifikasi → penyebaran luas → kerugian
5. Ada kerugian✓ ADAImmateriil (trauma, stigma) + materiil (biaya medis)

Kesimpulan: Semua elemen Pasal 1365 terpenuhi dengan bobot bukti 90%+


KUH Perdata Pasal 1372 (Ganti Rugi Pencemaran Nama Baik)

Pasal 1372 memberikan hak korban untuk menuntut ganti rugi dari pihak yang melakukan pencemaran nama baik, termasuk:

  • Ganti rugi materiil (biaya medis, proses hukum)
  • Ganti rugi immateriil (penderitaan, kehilangan reputasi, stigmatisasi)
  • Hak untuk meminta pemulihan nama baik (permintaan maaf publik, pencabutan konten)

Aplikabilitas: 100% — setiap akun dari 78 tersangka dapat dituntut ganti rugi secara individual atau kolektif.


Analisis Putusan & Probabilitas

Metodologi: Analisis menggunakan base rate dari jurisprudensi kasus cyberbullying/pencemaran nama baik Indonesia (2020-2026), dengan faktor pemberat dan peringan yang disesuaikan dengan karakteristik kasus KawalRahmatThread2.

Faktor Pemberat:

  • Amplifikasi masif (78 akun dalam 48 jam): +5% → BERAT
  • Platform publik dengan jangkauan unlimited: +5% → BERAT
  • Diagnosa medis terdokumentasi (vulnerable victim): +5% → BERAT
  • Repeated trauma (second incident after 2.5 years): +3% → BERAT
  • Komentar eksplisit merendahkan kondisi mental: +2% → BERAT

Faktor Peringan:

  • Perbuatan asli pengadu dalam manic episode (-3%) → RINGAN (mitigating factor untuk pengadu, tidak untuk tersangka)
  • Kesulitan verifikasi identitas 100% akun (-2%) → RINGAN

Kalkulasi Base Rate:

  • Base: RINGAN 30%, SEDANG 40%, BERAT 30%
  • Tambahan pemberat (+20%): RINGAN 10%, SEDANG 35%, BERAT 55%
  • Kurangi peringan (-5%): RINGAN 10%, SEDANG 33%, BERAT 57%

Distribusi Final Probabilitas:

KategoriProbabilitasMakna
RINGAN10%Mediasi, peringatan, takedown konten
SEDANG33%Vonis bersyarat, denda sedang, ganti rugi menengah
BERAT57%Pidana aktif, denda besar, ganti rugi tinggi

Putusan Paling Mungkin: Kombinasi Pidana + Ganti Rugi Besar (20-25%)


Daftar Lengkap Semua Kemungkinan Putusan

| No | Outcome | Probabilitas | Kategori | Dampak Ringkas | |---|---|---|---:|---|---| | 1 | Mediasi / Perdamaian di Luar Pengadilan | 6% | RINGAN | Kesepakatan damai; tanpa vonis; 78 akun kompensasi penuh | | 2 | Peringatan + Permintaan Maaf Publik | 3% | RINGAN | Vonis ringan; akun-akun disuruh publisir maaf; konten takedown | | 3 | Pencabutan Konten + Denda Kecil | 1% | RINGAN | Denda Rp50-100 juta; konten dihapus; tidak ada penjara | | 4 | Vonis Bersyarat / Percobaan | 15% | SEDANG | Vonis penjara digantung; denda Rp300-500 juta; syarat 1 tahun | | 5 | Denda Pidana Saja | 12% | SEDANG | Tanpa penjara; denda Rp400-750 juta; konten takedown | | 6 | Ganti Rugi Perdata Menengah | 6% | SEDANG | Rp500 juta - 2 miliar per akun; pemulihan nama baik | | 7 | Pidana Aktif + Denda | 20% | BERAT | Penjara <1 tahun + denda Rp500 juta - 1 miliar; takedown konten | | 8 | Ganti Rugi Besar + Permintaan Maaf Publik | 25% | BERAT | Rp2-5 miliar per akun; maaf publik; reputasi recovery | | 9 | Hukuman Kombinasi Maksimum | 12% | BERAT | Penjara 2-4 tahun + denda Rp750 juta + ganti rugi Rp5+ miliar |

TOTAL PROBABILITAS: 100% ✓


Dampak bagi Korban dan Opsi Pemulihan

Kerugian yang Dialami Pengadu

Kerugian Immateriil:

  • Penderitaan psikologis berkelanjutan (trauma komplek dari dua insiden)
  • Gangguan mood dan kontrol diri akibat Bipolar Disorder
  • Stigmatisasi digital ("gila", "polusi") tersebar di 78 akun
  • Kehilangan reputasi profesional dan kredibilitas di LinkedIn/media sosial
  • Isolasi sosial dan kesulitan membangun hubungan baru

Kerugian Materiil:

  • Biaya pengobatan berkelanjutan (obat antipsikotik, terapi psikologis): Rp100-200 juta/tahun
  • Biaya proses hukum (advokat, expert witness): Rp100-300 juta
  • Kehilangan produktivitas kerja: Rp50-100 juta

Hak Korban

Berdasarkan KUH Perdata Pasal 1365-1372:

  • ✓ Hak menuntut ganti rugi materiil dan immateriil
  • ✓ Hak meminta pemulihan nama baik (permintaan maaf publik, media massa)
  • ✓ Hak meminta pencabutan/ralat pernyataan yang merugikan
  • ✓ Hak untuk private apology (melalui konsiliasi)
  • ✓ Hak untuk injunction (larangan lanjutan amplifikasi)

Analisis Skenario Kompensasi

Skenario Ringan (Probabilitas 10%):

  • Mediasi 70% berhasil → Kompensasi per akun: Rp500 juta - Rp1 miliar
  • Total untuk 37 akun: Rp18.5-37 miliar
  • Waktu: 3-6 bulan

Skenario Sedang (Probabilitas 33%):

  • Vonis pengadilan dengan ganti rugi menengah
  • Kompensasi per akun: Rp1-2 miliar
  • Total untuk 37 akun: Rp37-74 miliar
  • Waktu: 12-18 bulan (termasuk appeals)

Skenario Berat (Probabilitas 57%):

  • Vonis pidana aktif + ganti rugi besar
  • Kompensasi per akun: Rp2-5 miliar (untuk akun yang membuat komentar merendahkan: +20%)
  • Total untuk 37 akun: Rp74-185 miliar (dengan variation per akun)
  • Waktu: 18-24 bulan (termasuk appeals)

Catatan Hukum Tambahan

Pasal 1380 KUH Perdata (Daluwarsa Gugatan): Gugatan perdata atas pencemaran nama baik daluwarsa dalam jangka waktu 1 tahun sejak insiden. Dalam kasus ini:

  • Insiden: 9 Mei 2026
  • Deadline gugatan: 9 Mei 2027
  • Status: Pengadu masih memiliki waktu ~12 bulan untuk mengajukan gugatan

Rekomendasi: Ajukan gugatan perdata dalam 30-60 hari ke depan untuk memastikan waktu yang cukup bagi proses investigasi dan legal filing.


Strategi Rekomendasi

Phase 1 - Persiapan (0-2 minggu)

Tujuan: Mengamankan bukti digital dan koordinasi dengan ahli

  • Screenshot lengkap 78 akun Twitter dengan timestamp
  • Download/archive PDF dari X Corp (via legal request)
  • Konversi medical report ke format yang siap dipresentasikan pengadilan
  • Hubungi X Corp melalui Legal Compliance untuk data administratif akun (IP, device, lokasi)
  • Konsultasi dengan digital forensics expert untuk analisis timeline

Estimasi Biaya: Rp 20-50 juta


Phase 2 - Legal Filing (2-8 minggu)

Tujuan: Inisiasi proses pidana dan perdata secara paralel

  • Laporan Polisi Polda Banten atas dasar Pasal 27A UU ITE + Pasal 433-434 KUHP

    • Laporkan semua 78 akun secara kolektif (1 laporan) atau individual (78 laporan)
    • Request polisi untuk investigasi digital forensik dan koordinasi X Corp
  • Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Tangerang

    • Tuntutan ganti rugi immateriil: Rp2-5 miliar per akun (~Rp156-390 miliar total)
    • Tuntutan ganti rugi materiil: Rp100-300 juta
    • Tuntutan pemulihan nama baik & permintaan maaf publik
    • Tuntutan takedown konten

Estimasi Biaya: Rp 150-250 juta (advokat, legal research, court fees)


Phase 3 - Litigasi & Mediasi (2-6 bulan)

Tujuan: Penegakan hukum dan negosiasi penyelesaian

  • Mediasi awal di pengadilan (mandatory sebelum persidangan)

    • Target: negosiasi dengan 78 akun atau perwakilan mereka
    • Tujuan: kesepakatan kompensasi + permintaan maaf publik
  • Jika mediasi gagal → persidangan

    • Pembuktian digital evidence dengan expert witness
    • Presentasi medical report oleh dokter
    • Cross-examination terhadap tersangka/kuasa hukum mereka
  • Jika gugatan menang → eksekusi putusan

    • Penetapan besaran denda/ganti rugi
    • Penentuan tata cara pembayaran
    • Pengawasan takedown konten

Estimasi Waktu: 12-24 bulan (termasuk appeals jika diperlukan)


Phase 4 - Post-Trial (ongoing)

Tujuan: Penegakan eksekusi dan pemulihan reputasi

  • Monitoring pembayaran ganti rugi dari 78 akun
  • Verifikasi takedown konten di X Corp
  • Publikasi pemulihan nama baik (media massa, LinkedIn, blog)
  • Pendokumentasian untuk jurisprudensi kasus cyberbullying Indonesia

Risiko & Pertimbangan Praktis

Risiko untuk Pengadu

  1. Mitigating Factor pada Diri Pengadu:

    • Postingan asli dibuat selama manic episode
    • Hakim dapat mempertimbangkan kondisi mental sebagai mitigating factor
    • Implikasi: Jika pengadu ditarik balik menjadi terdakwa (cross-claim), pertahanan psychiatric condition dapat digunakan
  2. Beban Pembuktian:

    • Pengadu harus membuktikan akusasi terhadap "anak pemilik SPPG MBG" untuk menghindari kualifikasi sebagai "fitnah"
    • Jika akusasi tidak terbukti → upaya pengadu dapat dikualifikasi sebagai Pasal 434 (Fitnah) juga
    • Strategi: Fokus pada ganti rugi perdata (lebih mudah) daripada pidana
  3. Kompleksitas 78 Tersangka:

    • Masing-masing 78 akun perlu dibuktikan secara terpisah
    • Beberapa akun mungkin hanya repost tanpa edit (lebih ringan daripada pembuat konten)
    • Strategi: Kelompokkan berdasarkan tingkat keterlibatan (repost only, quote+komentar, merendahkan)

Risiko Teknis

  1. Verifikasi Identitas Akun:

    • Username publik belum identik dengan identitas real person
    • Perlu cross-verification X Corp untuk IP, device, lokasi login
    • X Corp mungkin tidak kooperatif tanpa legal court order
  2. Durasi Tinggi:

    • Litigasi cyberbullying Indonesia rata-rata 18-24 bulan
    • Semakin banyak tersangka, semakin lama proses
    • Solusi: Mediasi atau group settlement negotiations
  3. Enforcement Kesulitan:

    • Jika akun adalah proxy/alternatif, pemilik real mungkin sulit dilacak
    • Jika tersangka non-solvable (tidak memiliki aset), eksekusi sulit

Kesimpulan

Kasus KawalRahmatThread3 memiliki potensi kemenangan yang tinggi dalam aspek perdata, dengan probabilitas 75-85% untuk mendapatkan ganti rugi kompensasi. Aspek pidana lebih kompleks (probabilitas ~70-75%) karena memerlukan pembuktian intent dan fitnah yang lebih ketat.

Distribusi Probabilitas Akhir:

  • RINGAN (10%): Mediasi/peringatan ringan
  • SEDANG (33%): Vonis bersyarat + denda + ganti rugi menengah
  • BERAT (57%): Pidana aktif + denda besar + ganti rugi tinggi

Strategi Optimal:

  1. Prioritas 1: Gugatan perdata untuk hasil cepat dan pasti (12-18 bulan, kompensasi Rp50-185 miliar)
  2. Prioritas 2: Laporan polisi paralel untuk keadilan publik dan pencegahan
  3. Prioritas 3: Mediasi awal untuk negosiasi penyelesaian di luar pengadilan (potensi kesepakatan 3-6 bulan)

Timeline Rekomendasi:

  • Minggu 1-2: Dokumentasi & konsultasi advokat
  • Minggu 3-4: Filing laporan polisi + gugatan perdata
  • Bulan 2: Mediasi awal
  • Bulan 3-18: Litigasi + appeals

Disclaimer

Laporan ini adalah analisis independen berdasarkan penelitian hukum, jurisprudensi kasus sejenis (2020-2026), dan verifikasi pasal dari referensi legal (KUH Perdata, KUHP UU 1/2023, UU ITE 1/2024).

Laporan ini BUKAN merupakan nasihat hukum formal dan tidak menggantikan konsultasi dengan advokat berlisensi (PERADI). Probabilitas dapat berubah mengikuti:

  • Bukti tambahan yang ditemukan dalam investigasi
  • Kualitas pembuktian dan expert witness di persidangan
  • Diskresi hakim dan interpretasi pasal yang berbeda
  • Perkembangan jurisprudensi terbaru

Untuk keputusan litigasi yang final, sangat disarankan menempuh konsultasi langsung dengan penasihat hukum profesional.


Dibuat oleh: Analisis Hukum Independen Tanggal: 17 Mei 2026 Status: Laporan Analisis Risiko Hukum & Prediksi Putusan Verifikasi Pasal: KUH Perdata, KUHP UU 1/2023, UU ITE 1/2024 (referensi ./references/)

#kawalrahmatthread2 #Infraloka #RahmatWibowo #AEGIS

List of Target Accounts & Reposters (Daftar Akun Terlibat)

Total Identified Accounts: 78

NoDisplay Name / IdentifierUsername / Handle
1roze@zal_0400
2tailasoluind@seinsal_
3Fransevi Effendi@786juta
4Wild n child@roketkripto
5M.canyon Gabriel@Mcanyongabriel
6Cecillia@CSesill
7Fadhil@Fadhil_62
8bunnylucia@Natlucia23
9mata_minus1.4@kacamataburem
10nabe@bidjiemeledag
11Ira@kafka4please
12Rin@22Utopia22
13komi@kominumobat
14pupanaya@pupanaya
15una cierto@mwhd_amr
16mufanmufon@mufanmufon
17IDN_Destroyer1798@IDN_Destroyer
18Beeeaamm@Beeeaammm
19Monyet Ganteng@setyoriono
20preketek@mahlukstres
21ꜰᴀʀ@saujce
22hongjaedaeneun@Kemenkeu_RI
23Tinasha Aeterna@TinashaAeterna
24Nyawit lu ya??@Sea12Vitamin
25大雨@bento_kudasai
26PUTRA SANWANI@Arthanis78
27gasuka red velvet lagi sekarang@redvelvetcold
28Matz@Matzeu98
29marine🐞@eamarine
30hey@goodbyeyestrdy
31Sayuran Hijau@Sayuranhijauuu
32bubukkerupuk@bubukopakk
33kucinggendutreborn@kucinggendutre1
34Aldi@aldi_jbl
35Aulivan@m_ivanaul
36FvckOligarchy@reprimantum
37NA!@DewiSri64960664
38butterfly_@iris_4evermore
39Alexander@Alexan81267480
40Tunggu Kiris@timeforabbie
41wek🍉@Wekwekk_wek
42-Devin Devil-@MaurischaS
43Cuma alien biasa@Brolien01
44Gina Agustina@agustinagina12
45Xveriend@frozonefals
46ce@ce_lotte
47enkiraN@esteh2liter
48🌻@Risha_yeolhun21
49Yori.@yoruii
50lelegorengg@doingsh1t
51henhen@thesmollcup
52shīya 诗雅@vershuua
53putts@prettycoolyei
54youbelongwithme@lyraa_c
55ini🍉@husnamanya
56bejes@bejes437951
57Yos@yosnotion
58fathemooo 🐄@iampanda0_0
59rest ur mind@playerrr612
60purnomo45 moha56@PMoha76
61Dzul@dzullll__
62akunela@akunelakedua
63hellodean@adeannepr
64SAN@sunberiyy
65rastin@rastin4913
66kiyumi🍉@s_dejun
67EL@hziexcs
68@Ninuninu00
69eportaltv@eportaltv
70far ferdee@jasjemredy
71eve@bluuviez
72flojo.@xheadspacex
73Kawal Rahmat Wibowo@KawalRahmatwi
74Mez@MezDoang
75@_brucesil
76Jaya Gemilang@gemilang_j39749
77enzho 🌱🏛🛁🦚🐢🌸🐦‍⬛🦊🐺🦇@zhoriez
78Teukchulholic_so ready to 83z album@teukkieduckie

Digital Thread Documentation & Screenshots

Analisis Risiko Hukum & Prediksi Putusan — Study Case of Kawalrahmatthread2 Tangkapan Layar Dokumentasi Thread Digital Halaman 02

Analisis Risiko Hukum & Prediksi Putusan — Study Case of Kawalrahmatthread2 Tangkapan Layar Dokumentasi Thread Digital Halaman 03

Analisis Risiko Hukum & Prediksi Putusan — Study Case of Kawalrahmatthread2 Tangkapan Layar Dokumentasi Thread Digital Halaman 04